Minggu, 08 Agustus 2010

Kunci Dorong Lahirnya Perusahaan Kelas Dunia





Faktor kewirausahaan semata tak cukup untuk melahirkan perusahaan kelas dunia dari Indonesia. Fakta di beberapa negara lain menunjukkan, faktor yang tidak kalah penting adalah penghargaan dan dukungan pemerintah.

Demikian pendapat Farell Sutantio dari Said Business School Universitas Oxford dan Hensi Margaretta dari Universitas York, dalam diskusi Inovasi dan Pengembangan Bisnis, yang digelar sebuah lembaga kajian, Indonesia in Motion di Inggris beberapa hari lalu.

“Mengubah perusahaan besar menjadi perusahaan kelas dunia tidak bisa hanya mengandalkan faktor kewirausahaan. Dukungan pemerintah seperti menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif dan stabilitas politik, memegang peran kunci,” papar Sutantio dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, 29 April 2010.

Mahasiswa yang sedang menekuni bidang administrasi bisnis ini mengambil contoh Mercedes Benz, raksasa otomotif Jerman. Dukungan pemerintah terhadap industri otomotif di negara tersebut sangat besar.

“Di Jerman banyak sekali perusahaan-perusahaan kecil yang mampu menghasilkan barang-barang berkualitas tinggi, yang kemudian dipakai oleh Mercedes untuk membuat kendaraan yang bagus dan handal,” kata Sutantio.

Hal seperti ini sering tidak ditemukan di Indonesia. Melahirkan unit-unit usaha kecil yang bisa memasok produk bagus untuk kemudian dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar, tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua dekade. Upaya pengembangan dan alih pengetahuan memerlukan waktu setidaknya satu generasi. “Harus diakui basis pengetahuan kita masih kalah dibandingkan beberapa negara lain,” kata Sutantio.

Senada dengan Sutantio, Hensi Margaretta mengatakan untuk melahirkan perusahaan kelas dunia setidaknya harus ada inovasi, prasarana dan dukungan pemerintah. Di Jepang, banyak bisnis raksasa di sana dimulai dari bisnis kecil. “Namun karena riset dan inovasi mereka sangat hebat, maka industri berkembang dengan sangat pesat,” papar Margaretta.

Inovasi ini, lanjut Margaretta, memerlukan proteksi pemerintah. Di beberapa negara maju, pemerintah melakukan perlindungan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang penting, terutama dalam pemenuhan hajat hidup bangsa.

Mahasiswi jurusan bisnis di Universitas York ini juga menyoal peralatan industri di Indonesia yang ketinggalan zaman. Industri di negara-negara maju ditunjang oleh peralatan modern berbasiskan teknologi tinggi.

Di Indonesia kebanyakan peralatan sudah tua sehingga mengakibatkan produksi tidak bekerja maksimal. Akibatnya, hasil secara kuantitas dan kualitas tidak dapat bersaing di pasar global.

“Jangankan untuk menjadi perusahaan berkelas dunia, untuk mengembangkan perindustrian di Indonesia saja masih terseok-seok. Sudah saatnya bangkit dengan melakukan terobosan-terobosan dalam inovasi,” kata Margaretta.


Sumber :

http://bisnis.vivanews.com/news/read/147746-kunci_dorong_lahirnya_perusahaan_kelas_dunia

30 April 2010


The Toyota Way



60 Cara Cerdas Mengelola Perususahaan



Petunjuk Mendirikan Perusahaan Kecil



7 Pilar Perusahaan Unggul



Evaluasi Kinerja Perusahaan



The Toyota Way


Toyota pertama kali menjadi perhatian dunia dengan kualitas dan efisiensi yang istimewa. mobil-mobil dari jepang bertahan lebih lama dibandingkan dengan mobil-mobil buatan amerika. Purna jual lebih baik dan memerlukan sedikit reparasi dibandingkan dengan produk-produk mobil buatan perusahaan lain. Yang istimewa dari Toyota yaitu dalam perancangan dan pembuatan produk mobil-mobil memiliki konsistensi pada proses produk yang bagus. Toyota merancang produknya lebih cepat, dengan tingkat kehandalan yang lebih tinggi tetapi dengan biaya yang kompetitif, meskipun biaya pekerja upah pekerja Jepang yang relatif tinggi. Permasalahan dan kelemahan yang tampak di dalam Toyota segera diselesaikan dengan cepat. Tingkat penjualan produk Toyota saat ini mencapai enam juta tiap tahun di 170 negara. Apalagi di krisis global kemarin. Saham dari perusahaan Toyota menunjukkan kenaikan, padahal perusahaan kompetitor lain sahamnya pada turun semua. Kondisi ini tidak terlepas dari prinsip “Toyota Ways” yang diterapkan di perusahaan Toyota.

*****

Toyota Ways : 14 prinsip manajeman dari perusahaan manufaktur terhebat di dunia

Toyota ways merupakan pendekatan Toyota dalam menjalankan bisnisnya. Toyota Ways dan Toyota Production System (TPS) merupakan satu kesatuan pendekatan yang dilakukan perusahaan Toyota sehingga menjadi perusahaan manufaktur terhebat di dunia. Terjadi peningkatan produktivitas dan kualitas yang luar biasa di Toyota. Selain itu pemberdayaan seluruh organisasi untuk melakukan peningkatan secara berkesinambungan ( continuous improvement). Semua upaya peningkatan ini bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste) dari sistem produksinya. Dengan demikian akan tercipta organisasi yang ramping (lean).

Prinsip-prinsip Toyota Ways ini dibagi menjadi 14 prinsip yang dibagi menjadi empat bagian yang sederhana :

filosofi jangka panjang (long term philosophy).

1. Ambil keputusan manajerial ande berdasarkan filosofi jangka panjang, meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek.

proses yang benar akan membuahkan hasil yang benar (the right process will produce the right result).

2. Ciptakan proses yang mengalir secara kontinu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan.

3. Gunakan sistem tarik (pull system) untuk menghindari produksi yang berlebih.

4. Ratakan beban kerja (heijunka).

5.  Bangun budaya berhenti untuk memperbaiki masalah dan untuk memperoleh kualitas yang baik sejak awal.

6. Standar kerja merupakan fondasi dari peningkatan berkesinambungan (continuous improvement) dan pemberdayaan karyawan.

7. Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah tersembunyi.

8. Gunakan hanya teknologi handal yang sudah benar-benar teruji untuk membantu orang-orang dan proses anda.


menambah nilai untuk organisasi dengan mengembangkan orang dan mitra kerja anda (add value to your organization by developing your people and partners).

9.  Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaannya, menjiwai filosofi dan mengajarkan kepada orang lain.

10.  Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, yang menganut filosofi perusahaan anda.

11.  Hormati jaringan mitra dan pemasok anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka melakukan peningkatan.


menyelesaikan akar permasalahan secara terus menerus mendorong pembelajaran organisasi (continuously solving roots problems dirvers organizational learning).

12.  Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenar-benarnya (genchi genbutsu).

13.  Buat keputusan secara perlahan-lahan melalui konsensus, pertimbangkan semua pilihan dengan seksama, kemudian implementasikan keputusan itu dengan sangat cepat.

14. Menjadi suatu organisasi pembelajaran melalui refleksi diri tanpa kompromi (hansei) dan peningkatan berkesinambungan (kaizen).

*****

Toyota Production System (TPS)

Toyota production system merupakan pendekatan toyota dalam berproduksi dengan menggunakan lean manufacturing (perusahaan yang ramping). Definisi lean manufacturing yaitu sebagai suatu proses yang terdiri dari lima langkah, yaitu mendefinisikan nilai (value) bagi pelanggan, menetapkan value stream, membuat sistem tarik yang digerakkan oleh pelanggan, dan berusaha keras untuk mencapai yang terbaik. Lean manufacturing sendiri juga harus fokus terhadap proses yang ada. Adapun cara dilakukan dengan :menghilangkan pemborosan waktu dan sumber daya, membangun kualitas ke dalam sistem tempat kerja, menemukan alternatif yang murah tetapi handal untuk mengganti teknologi baru yang mahal, menyempurnakan proses bisnis, dan membangun budaya belajar untuk peningkatan berkesinambungan (continuous improvement).

Dengan ada lean manufacturing tersebut diharapkan dapat juga meningkatkan keunggulan kualitas. Adapun alat-alat dan metode yang diperkenalkan oleh Toyota ini dalam peningkatan kualitas yaitu just-in-time, kaizen, 5S, one piece flow, jidoka dan heijunka.

*****

Dengan prinsip Toyota ways, Perusahaan telah berhasil dalam menciptakan Lexus, sebuah divisi mobil mewah yang sama sekali baru di Toyota. Selain itu Lexus juga berhasil menempatkan citra yang tinggi di pasar mobil mewah. Lexus dapat meningkatkan meningkatkan semangat motivasi dalam melakukan inovasi di bagian engineering. Lexus memecahkan pola perilaku yang telah melekat itu dan para engineer yang hanya mengenal Toyota yang konservatif dan menghindar resiko secara tiba-tiba bekerja untuk proyek baru yang lebih menantang. Hal itu juga mengilhami Prius. Sebuah mobil yang efisien bahan bakarnya dan menggunakan hybrid sebagai tenaga penggerak.


Sumber :

Agus Wibisono
http://aguswibisono.com/2009/the-toyota-way/
23 Desember 2009